Kamis, 06 Juni 2013

New Kaos Shafiyyah Community

Assalamualaikum Wr. Wb. 

Sahabat Shafiyyah Community yang kami hormati, di post ini kami akan memperkenalkan Merchandise SHAFIYYAH COMMUNITY ini yang pertama dan yang paling utama Insya Allah kami akan produksi mulai tanggal 10 Juni 2013 dan Insya Allah selesai tanggal 30 Juni 2013 bila Allah meridhoi Amien.

KAOS Komunitas Muslim (Shafiyyah Community)


Kami hanya mempunyai Spesifikasi Ukuran Kaos :
M : Lebar 48 cm dan Tinggi 68 cm
L  : Lebar 50 cm dan Tinggi 70 cm

Kaos kami terbuat dari bahan kain 100% Cotton Combad standard distro Nyaman dipakai dan Modis dipakai.

Bila para sahabat Berminat silahkan daftarkan menjadi member kami, untuk Anggota yang sudah terdaftar menjadi member kami, Insya Allah kami berikan diskon .


MInat silahkan daftarkan di Halaman Pendaftaran Anggota atau Klik Disini
atau Sahabat bisa hubungi kami lewat SMS ke 08989 39 8989


Sekian dulu kami ucapkan terima kasih banyak
Wassalamu'alaikum Wr. Wb.

Hormat Kami,
Ketua Shafiyyah Community
Shafiyyah Al-Qomariah

Selasa, 04 Juni 2013

Ustad Menjawab : Episode 004

assalamualaikum..
Pak ustadz yang saya hormati, saya mempunyai pikiran yang mengganjal dalam benak saya. pemikiran ini berawal dari sebuah forum dimana salah satu anggotanya berkomentar “benarkah alam semesta diciptakan oleh tuhan? lalu siapa pencipta Tuhan sehingga Tuhan itu ada?”

Menurut PakUstadz bagaimana saya menjawab pertanyaan seperti diatas apabila ada seseorang yang bertanya seperti kalimat diatas kepada saya. sekian pertanyaan dari saya. mohon maaf bila ada kata yang kurang berkenan
wassalamualaikum
Hamba Allah - Jakarta


Jawaban

Waaalaikumussalam Wr Wb
Jika orang-orang atheis berkeyakinan bahwa segala sesuatu haruslah masuk akal agar bisa dipercayai justru pertanyaan yang diajukan olehnya tidaklah masuk akal. Hal ini menandakan bahwa pertanyaan tersebut bukanlah muncul dari akal sehat karena akal sehat tidaklah bertabrakan dengan kebenaran. Akan tetapi pertanyaan itu muncul dari bisikan setan didalam hatinya.

Syeikh Muhammad Shaleh al Munjid mengatakan jika kita membuka perdebatan terhadap pertanyaan Siapa Pencipta tuhan ? maka si penanya akan bertanya lagi : Siapa Pencipta yang Menciptakan Tuhan ? lalu Siapa Pencipta yang menciptakan si Pencipta Tuhan ? begitu seterusnya tanpa ada akhirnya, dan ini tidaklah masuk akal. Sedangkan seluruh makhluk yang ada berujung pada Sang Pencipta Yang menciptakan segala sesuatu dan tak ada satu pun yang menciptakannya akan tetapi Dia lah Sang Pencipta yang tidak ada selain-Nya, dan inilah yang sesuai dengan akal dan logika. (ShaComm.blogspot.com)

Pertanyaan tersebut hanyalah bersumber dari setan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Nabi saw bersabda,”Setan akan mendatangi seorang dari kalian lalu mengatakan,’Siapa yang menciptakan ini ? Siapa yang menciptakan ini? sehingga dia akan berkata,’Siapa yang menciptakan Tuhanmu? Dan apabila dia menghinggapinya maka berlindunglah kepada Allah darinya dan hendaklah dia menyudahinya.”

Imam Muslim juga meriwayatkan dari Abu Hurairoh berkata bahwa Nabi saw bersabda,”Manusia akan senantiasa bertanya hingga yang dikatakan,’Ini adalah Allah yang menciptakan makluh lalu siapakah yang menciptakan Allah?’ dan barangsiapa yang mendapatkan sedikit saja tentang hal ini maka katakanlah ‘Aku beriman kepada Allah.”

Nabi saw bersabda,”Manusia senantiasa bertanya hingga seorang dari mereka berkata,”Ini Allah yang menciptakan makhluk lalu siapakah yang menciptakan Allah?’ Apabila mereka mengatakan demikian maka katakanlah :

 اللهُ أَحَدٌ، اللهُ الصَّمَدُ، لمَ يَلِد وَلمَ يُولَد، وَلمَ يَكُن لَهُ كُفُواً أَحَد

(Allah Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.)

Kemudian meludahlah ke sebelah kiri tiga kali dan berlindunglah (kepada Allah) dari godaan setan.”

Dengan demikian jelaslah bahwa pertanyaan semacam itu adalah dari setan yang ingin merusak agama dan akal sehatnya dan mejauhkannya dari Allah swt dan kebenaran. Mungkin saja jawaban seperti ini tidak diterima oleh seorang yang kafir kepada Allah dikarenakan sifat inkar dan dusta yang ada didalam hatinya telah menutupi kebenaran dan akal sehatnya namun tidak bagi seorang mukmin yang hatinya senantiasa hidup dengan mengingat Allah serta meyakini bahwa Allah adalah Sang Pencipta seluruh makhluk-Nya dan Dia lah Yang Awal dan Yang Akhir.

هُوَ الْأَوَّلُ وَالْآخِرُ وَالظَّاهِرُ وَالْبَاطِنُ وَهُوَ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Artinya : “Dialah yang Awal dan yang akhir yang Zhahir dan yang Bathin; dan Dia Maha mengetahui segala sesuatu.” (QS. Al Hadid : 3)

Nabi saw apabila hendak tidur maka beliau berbaring diatas bagian sebelah kanan tubuhnya lalu berdoa :

اللَّهُمَّ، رَبَّ السَّمَوَاتِ وَرَبَّ الأَرضِ وَرَبَّ العَرشِ العَظِيم، رَبَّنَا وَرَبَّ كُلِّ شَيءٍ، فَالِقَ الحَبِّ وَالنَّوَى، وَمُنزِلَ التَّورَاةِ وَالإِنجِيلِ وَالفُرقَانِ، أَعُوذُ بِكَ مِن شَرِّ كُلِّ ذِي شَرِّ أَنتَ آخِذُ بِنَاصِيَتِهِ، اللَّهُمَّ، أَنتَ الأَوَّلُ فَلَيسَ قَبلَكَ شَيءٍ، وَأَنتَ الآخِرُ فَلَيسَ بَعدَكَ شَيءٍ، وَأَنتَ الظَّاهِرُ فَلَيسَ فَوقَكَ شَيءٍ، وَأَنتَ البَاطِنُ فَلَيسَ دُونَكَ شَيءٍ، اقضِ عَنَّا الدَّينَ، وَأَغنِنَا مِنَ الفَقرِ.”

“Wahai Allah Tuhan langit dan Tuhan bumi serta Tuhan arsy yang agung. Wahai Tuhan kami dan Tuhan segala sesuatu, Yang menumbuhkan butir tumbuh-tumbuhan dan biji buah-buahan, Yang menurunkan taurat, injil dan al Furqon. Aku berlindung kepada-Mu dari kejahatan setiap pemilik kejahatan. Engkaulah yang menggenggam ubun-ubunnya. Wahai Allah, Engkaulah Yang Awal dan tidaklah ada sesuatu sebelum-Mu. Engkaulah Yang Akhir dan tidaklah ada sesuatu setelah-Mu. Engkaulah Yang Zhahir dan tidaklah ada sesuatu diatas-Mu, Engkaulah Yang Bathin dan tidaklah ada sesuatu tanpa-Mu maka tunaikanlah hutang kami dan cukupkanlah kami daripada kefakiran.”

Wallahu A’lam

Hormat Kami,
Pimpinan Shafiyyah Community
Shafiyyah Al-Qomariah
Ustadz Penjawab : Ustadz Hannafii   Anggasari - Subang

Ustad Menjawab : Episode 003

Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Ustadz ada beberapa pertanyaan mohon dapat penjelasan yaitu :

  1. Apabila kita sedang melaksanakan shalat sunah ( dhuha, tahajud ) sesudah surat alfatihah kita diwajibkan membaca surat yang lain. Apakah boleh membaca surat lain dengan melihat Al Quran supaya tidak salah karena kalau menghafal kadang-kadang lupa???
  2. Apabila azan sedang dikumandangkan, apakah diperbolehkan saat masuk masjid langsung melaksanakan sholat tahiyatul masjid tanpa menunggu azan selesai???
  3. Bagi seorang muazin yang terlambat dan sudah masuk waktu, sebaiknya dia melaksanakan shalat tahiyat masjid atau langsung azan.???
Demikian pertanyaan kami atas perhatiannya diucapkan terima kasih. 
Wassalamu alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh
 Arifin - Pamanukan - Subang

 Jawaban :

Walaikumsalam Warohmatullahi Wabarakatuh, Sahabat yang dimuliakan Allah SWT
Terima kasih dan Insya Allah kami akan menjawab pertanyaan Saudara dengan kemampuan dan kebisaan saya dan mohon maaf bila ada jawaban yang kurang memuaskan semoga di maafkan

Menjawab Pertanyaan Sahabat ShaComm (Shafiyyah Community)
  • Apabila kita sedang melaksanakan shalat sunah ( dhuha, tahajud ) sesudah surat alfatihah kita diwajibkan membaca surat yang lain. Apakah boleh membaca surat lain dengan melihat Al Quran supaya tidak salah karena kalau menghafal kadang-kadang lupa???
Jawaban :
Boleh membaca surat sambil membuka mushaf, dengan syarat tidak banyak gerakan yang dapat membatalkan shalat.

  • Apabila azan sedang dikumandangkan, apakah diperbolehkan saat masuk masjid langsung melaksanakan sholat tahiyatul masjid tanpa menunggu azan selesai???

Jawaban :
Sebaiknya kalau mendengar suara azan kita menjawab azan, sehingga jika harus shalat tahiyyatul masjid maka shalatlah sesudah menjawab azan. Rasulullah bersabda , yang artinya : Jika kalian dengarkan adzan maka ikutilah apa yang dikatakan muadzin..." (HR Bukhori dan Muslim)


  • Bagi seorang muazin yang terlambat dan sudah masuk waktu, sebaiknya dia melaksanakan shalat tahiyat masjid atau langsung azan.???
Jawaban :
Bagi muazzin jika sudah masuk waktu hendaknya ia langsung azan dan baru melaksanakan shalat tahiyatul masjid setelah azan. Alasannya karena azan adalah ibadah yang  berdampak luas sedangkan shalat sunnah adalah ibdah yang berdampak pada diri sendiri. Dalam qaidah fiqih di sebutkan "Amal yang berdampak luas lebih utama dari pada amal yang berdampak sempit"(Lihat asbah assuyuti)


Hormat Kami,
Pimpinan Shafiyyah Community
Shafiyyah Al-Qomariah
Ustadz Penjawab : Ustadz Maskur   Anggasari - Subang

Sabtu, 01 Juni 2013

Ustad Menjawab : Episode 002

Assalamu’alaikum wr. wb.

Salam sejahtera Ustad, saya Anton dari Pamanukan - Subang  saya mau menanyakan sesuatu pertanyaan yang tidak saya menegerti, ini pertanyaan saya sebagai berikut :

  1. adakah munafik seseorang itu jika dia melakukan maksiat sedangkan dia melakukan sembahyang atau pun beriman pada allah.?
  2. bolehkah terangkan bagaimana doa kita diterima allah ?
  3. adakah haram jika mahram sesama mahram mendedehkan aurat mereka?
  4. adakah haram jika lelaki bergurau tanpa menyentuh mereka?
saya berharap semoga empat pertanyaan saya bisa ustad jawab, terimakasih shacomm semoga tambah maju!!!!


Jawaban :
Walaikumsalam wr. wb. Sahabat !!!
Terima kasih sahabat ShaComm yang dimuliakan Allah SWT. Sahabat Insya Allah kami akan menjawab semampu yang kami bisa bila ada jawaban yang kurang memuaskan mohon di maafkan, 

Menjawab Pertanyaan Sahabat ShaComm

1. Adakah munafik seseorang itu jika dia melakukan maksiat sedangkan dia melakukan sembahyang atau pun beriman pada allah.?

Orang yang beriman kepada Allah tidak akan melakukan maksiat, karena maksiat dilarang oleh Allah. Ikrar orang beriman kepada Allah bahwa ia akan mematuhi Allah sebagai seorang hamba (iyyaka na’budu), atau pernyataan dalam syahadat ain, ashhadu alla ilaha illallah, mengandung makna kepatuhan kepadaNya. Jadi kalau kita sudah berikrar kepada Allah tetapi kita melanggarnya, maka kita termasuk orang munafik.

***4:142***
142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.
***61:2***
2. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
***61:3***
3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apayang tidak kamu kerjakan.
 2. Bolehkah terangkan bagaimana doa kita diterima Allah?

Do’a yang diterima Allah adalah do’anya orang yang betul-betul beriman kepadaNya:

***2:186***
186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
***7:180***
180. Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
3. adakah haram jika mahram sesama mahram mendedehkan aurat mereka?

Sementara hadits mengharamkannya, kecuali suami isteri.

4. adakah haram jika lelaki bergurau tanpa menyentuh mereka?

Apakah maksud dari bergurau tersebut ? Yang mengharamkan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram adalah masuknya syaitan kedalam diri mereka sehingga timbulnya nafsu salah seorang diantara mereka atau kedua-duanya. Permasalahannya apakah dengan atau tanpa bersentuhan menimbulkan hawa nafsu syahwat. 

Semoga jawaban dari kami bermanfaat bagi Kita Khususnya bagi semua Umat Islam Umumnya, 
Wassalam,

Hormat Kami,
Pimpinan Shafiyyah Community
Shafiyyah Al-Qomariah
Ustadz Penjawab : Ustadz Sirro Zuddin  - Anggasari - Subang