Sabtu, 01 Juni 2013

Ustad Menjawab : Episode 002

Assalamu’alaikum wr. wb.

Salam sejahtera Ustad, saya Anton dari Pamanukan - Subang  saya mau menanyakan sesuatu pertanyaan yang tidak saya menegerti, ini pertanyaan saya sebagai berikut :

  1. adakah munafik seseorang itu jika dia melakukan maksiat sedangkan dia melakukan sembahyang atau pun beriman pada allah.?
  2. bolehkah terangkan bagaimana doa kita diterima allah ?
  3. adakah haram jika mahram sesama mahram mendedehkan aurat mereka?
  4. adakah haram jika lelaki bergurau tanpa menyentuh mereka?
saya berharap semoga empat pertanyaan saya bisa ustad jawab, terimakasih shacomm semoga tambah maju!!!!


Jawaban :
Walaikumsalam wr. wb. Sahabat !!!
Terima kasih sahabat ShaComm yang dimuliakan Allah SWT. Sahabat Insya Allah kami akan menjawab semampu yang kami bisa bila ada jawaban yang kurang memuaskan mohon di maafkan, 

Menjawab Pertanyaan Sahabat ShaComm

1. Adakah munafik seseorang itu jika dia melakukan maksiat sedangkan dia melakukan sembahyang atau pun beriman pada allah.?

Orang yang beriman kepada Allah tidak akan melakukan maksiat, karena maksiat dilarang oleh Allah. Ikrar orang beriman kepada Allah bahwa ia akan mematuhi Allah sebagai seorang hamba (iyyaka na’budu), atau pernyataan dalam syahadat ain, ashhadu alla ilaha illallah, mengandung makna kepatuhan kepadaNya. Jadi kalau kita sudah berikrar kepada Allah tetapi kita melanggarnya, maka kita termasuk orang munafik.

***4:142***
142. Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka.
***61:2***
2. Wahai orang-orang yang beriman, kenapakah kamu mengatakan sesuatu yang tidak kamu kerjakan?
***61:3***
3. Amat besar kebencian di sisi Allah bahwa kamu mengatakan apa-apayang tidak kamu kerjakan.
 2. Bolehkah terangkan bagaimana doa kita diterima Allah?

Do’a yang diterima Allah adalah do’anya orang yang betul-betul beriman kepadaNya:

***2:186***
186. Dan apabila hamba-hamba-Ku bertanya kepadamu tentang Aku, maka (jawablah), bahwasanya Aku adalah dekat. Aku mengabulkan permohonan orang yang berdo’a apabila ia memohon kepada-Ku, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah-Ku) dan hendaklah mereka beriman kepada-Ku, agar mereka selalu berada dalam kebenaran.
***7:180***
180. Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna itu dan tinggalkanlah orang-orang yang menyimpang dari kebenaran dalam (menyebut) nama-nama-Nya. Nanti mereka akan mendapat balasan terhadap apa yang telah mereka kerjakan.
3. adakah haram jika mahram sesama mahram mendedehkan aurat mereka?

Sementara hadits mengharamkannya, kecuali suami isteri.

4. adakah haram jika lelaki bergurau tanpa menyentuh mereka?

Apakah maksud dari bergurau tersebut ? Yang mengharamkan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahram adalah masuknya syaitan kedalam diri mereka sehingga timbulnya nafsu salah seorang diantara mereka atau kedua-duanya. Permasalahannya apakah dengan atau tanpa bersentuhan menimbulkan hawa nafsu syahwat. 

Semoga jawaban dari kami bermanfaat bagi Kita Khususnya bagi semua Umat Islam Umumnya, 
Wassalam,

Hormat Kami,
Pimpinan Shafiyyah Community
Shafiyyah Al-Qomariah
Ustadz Penjawab : Ustadz Sirro Zuddin  - Anggasari - Subang

0 komentar :

Posting Komentar